LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA
“PENYEPUHAN
EMAS”

Disusun oleh:
Mukhira Mastie Rahmipa
Gea Ocktiah Palensina
Septira Eka Putri
Anita Ria Simamora
Eldo Destama
SMA NEGERI 06 Kota Bengkulu
Tahun Ajaran 2013/2014
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah kami
dapat melaksanakan praktikum serta membuat laporan ini. Tak lupa kami ucapkan
pada ibu Dra. Nana Noviyanti karena telah membimbing kami dalam praktikum dan pembuatan laporan.
Laporan ini berisi tentang alat dan bahan yang digunakan , cara kerja praktikum
dan hasil praktikum yang dilaksanakan pada hari Jumat, 19 November
2013. Kami
berharap laporan kami ini dapat berguna dalam proses pembelajaran.
Apabila ada kesalahan dalam penulisan atau pemahaman, kami mohon maaf yang
setulus-tulusnya. Kami menerima kritikan dan saran atas hasil laporan kami.
Terima kasih
Bengkulu, 5 Desember 2013
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar
|
……………………………………………………………………………
|
1
|
Daftar isi
|
……………………………………………………………………………
|
2
|
Bab 1. Pendahuluan
|
……………………………………………………………………………
|
3
|
Bab 2. Landasan teori
|
……………………………………………………………………………
|
4
|
Bab 3.
Penelitian
Proses wawancara
|
……………………………………………………………………………
|
7
|
Dokumentasi
|
……………………………………………………………………………
|
8
|
Kesimpulan
|
……………………………………………………………………………
|
9
|
Penutup
|
……………………………………………………………………………
|
10
|
1. BAB I . PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sehari-hari salah satu aplikasi sel
elektrolisis adalah pada proses yang disebut penyepuhan. Dalam proses
penyepuhan, logam yang lebih mahal dilapiskan (diendapkan sebagai lapisan
tipis) pada permukaan logam yang lebih murah dengan cara elektrolisis. Baterai
atau aki umumnya digunakan sebagai sumber listrik selama proses penyepuhan
berlangsung. Logam yang ingin disepuh berfungsi sebagai katoda dan lempeng
perak (logam pelapis) yang merupakan logam penyepuh berfungsi sebagai anoda.
Dari materi diatas, maka penulis ingin lebih
mengetahui, bagaimana proses elektrolisis dalam penyepuhan tersebut, untuk
itulah penulis mengambil judul penelitian penyepuhan logam.
1.2.Tujuan Penelitian
Ø Untuk mengetahui mekanisme kerja sel
elektrolisis
Ø Untuk menganalisi cara kerja sel
elektrolisis
Ø Untuk mengetahui penerapan
elektrolisis dalam kehidupan sehari-hari
1.3.Metode Penulisan Penelitian
Dalam menyusun laporan penelitian ini, penulis
menggunakan beberapa metode untuk menyusun laporan penelitian ini, diantaranya
:
a. Studi Kepustakaan
Dengan metode ini, penulis mencoba untuk mencari
materi-materi yang mendukung penulisan laporan ini dari beberapa sumber buku
dan melakukan browsing materi di internet.
b. Observasi
Dengan metode ini, penulis melakukan kegiatan
penelitian dengan langsung terjun ke lapangan untuk melihat dan menganalisis
serta meneliti materi yang diteliti.
c. Wawancara
Dengan metode ini, penulis melakukan kegiatan tanya
jawab dengan narasumber, guna memperoleh informasi di lapangan.
2. BAB II . LANDASAN TEORI
- Sel dan elektrolisis
Dalam sel, reaksi oksidasi
reduksi berlangsung dengan spontan, dan energi kimia yang menyertai reaksi
kimia diubah menjadi energi listrik. Bila potensial diberikan pada sel dalam
arah kebalikan dengan arah potensial sel, reaksi sel yang berkaitan dengan
negatif potensial sel akan diinduksi. Dengan kata lain, reaksi yang tidak
berlangsung spontan kini diinduksi dengan energi listrik. Proses ini disebut
elektrolisis. Pengecasan baterai timbal adalah contoh elektrolisis.
Reaksi total sel Daniel adalah

Andaikan potensial lebih tinggi dari 1,1 V diberikan pada sel dengan arah
kebalikan dari potensial yang dihasilkan sel, reaksi sebaliknya akan
berlangsung. Jadi, zink akan mengendap dan tembaga akan mulai larut.

Sel Elektrolisis adalah sel
yang menggunakan arus listrik untuk menghasilkan reaksi redoks yang diinginkan
dan digunakan secara luas di dalam masyarakat kita. Baterai aki yang dapat
diisi ulang merupakan salah satu contoh aplikasi sel elektrolisis dalam
kehidupan sehari-hari. Baterai aki yang sedang diisi kembali (recharge)
mengubah energi listrik yang diberikan menjadi produk berupa bahan kimia yang
diinginkan. Air, H2O, dapat diuraikan dengan menggunakan listrik
dalam sel elektrolisis. Proses ini akan mengurai air menjadi unsur-unsur
pembentuknya.
Reaksi yang terjadi adalah
sebagai berikut : 2 H2O(l)
——> 2 H2(g) + O2(g)
Rangkaian sel elektrolisis
hampir menyerupai sel volta. Yang membedakan sel elektrolisis dari sel volta
adalah, pada sel elektrolisis, komponen voltmeter diganti dengan sumber arus
(umumnya baterai). Larutan atau lelehan yang ingin dielektrolisis, ditempatkan
dalam suatu wadah. Selanjutnya, elektroda dicelupkan ke dalam larutan maupun
lelehan elektrolit yang ingin dielektrolisis. Elektroda yang digunakan umumnya
merupakan elektroda inert, seperti Grafit (C), Platina (Pt), dan Emas (Au).
Elektroda berperan sebagai tempat berlangsungnya reaksi. Reaksi reduksi
berlangsung di katoda, sedangkan reaksi oksidasi berlangsung di anoda. Kutub
negatif sumber arus mengarah pada katoda (sebab memerlukan elektron) dan kutub
positif sumber arus tentunya mengarah pada anoda. Akibatnya, katoda bermuatan
negatif dan menarik kation-kation yang akan tereduksi menjadi endapan logam.
Sebaliknya, anoda bermuatan positif dan menarik anion-anion yang akan
teroksidasi menjadi gas. Terlihat jelas bahwa tujuan elektrolisis adalah untuk
mendapatkan endapan logam di katoda dan gas di anoda.
Ada dua tipe elektrolisis,
yaitu elektrolisis lelehan (leburan) dan elektrolisis larutan. Pada proses
elektrolisis lelehan, kation pasti tereduksi di katoda dan anion pasti
teroksidasi di anoda. Sebagai contoh, berikut ini adalah reaksi
elektrolisis lelehan garam NaCl (yang dikenal dengan istilah sel Downs) :
Katoda
(-)
: 2 Na+(l) + 2 e- ——> 2
Na(s) ........................................... (1)
Anoda
(+)
: 2 Cl-(l) Cl2(g) + 2 e-
.......................................................... (2)
Reaksi
sel
: 2 Na+(l) + 2 Cl-(l) ——>
2 Na(s) + Cl2(g) ......................... [(1) +
(2)]
Reaksi elektrolisis lelehan
garam NaCl menghasilkan endapan logam natrium di katoda dan gelembung gas Cl2
di anoda. Bagaimana halnya jika lelehan garam NaCl diganti dengan larutan
garam NaCl? Apakah proses yang terjadi masih sama? Untuk mempelajari reaksi
elektrolisis larutan garam NaCl, kita mengingat kembali Deret Volta.
Pada katoda, terjadi
persaingan antara air dengan ion Na+. Berdasarkan Tabel Potensial
Standar Reduksi, air memiliki E°red yang lebih besar dibandingkan
ion Na+. Ini berarti, air lebih mudah tereduksi dibandingkan ion Na+.
Oleh sebab itu, spesi yang bereaksi di katoda adalah air. Sementara,
berdasarkan Tabel Potensial Standar Reduksi, nilai E°red ion Cl-
dan air hampir sama. Oleh karena oksidasi air memerlukan potensial tambahan (overvoltage),
maka oksidasi ion Cl- lebih mudah dibandingkan oksidasi air. Oleh
sebab itu, spesi yang bereaksi di anoda adalah ion Cl-. Dengan
demikian, reaksi yang terjadi pada elektrolisis larutan garam NaCl adalah
sebagai berikut :
Katoda
(-)
: 2 H2O(l) + 2 e-
——> H2(g) + 2 OH-(aq) ............................(1)
Anoda
(+)
: 2 Cl-(aq) ——> Cl2(g) +
2 e- ………………....................... (2)
Reaksi
sel
: 2 H2O(l) + 2 Cl-(aq) ——>
H2(g) + Cl2(g) + 2 OH-(aq) ........[(1)
+ (2)]
Reaksi elektrolisis larutan
garam NaCl menghasilkan gelembung gas H2 dan ion OH‑ (basa)
di katoda serta gelembung gas Cl2 di anoda. Terbentuknya ion OH-
pada katoda dapat dibuktikan dengan perubahan warna larutan dari bening
menjadi merah muda setelah diberi sejumlah indikator fenolftalein (pp). Dengan
demikian, terlihat bahwa produk elektrolisis lelehan umumnya berbeda dengan
produk elektrolisis larutan.
Selanjutnya kita mencoba
mempelajari elektrolisis larutan Na2SO4. Pada katoda,
terjadi persaingan antara air dan ion Na+. Berdasarakan nilai E°red,
maka air yang akan tereduksi di katoda. Di lain sisi, terjadi persaingan antara
ion SO42- dengan air di anoda. Oleh karena bilangan
oksidasi S pada SO4-2 telah mencapai keadaan maksimumnya,
yaitu +6, maka spesi SO42- tidak dapat mengalami
oksidasi. Akibatnya, spesi air yang akan teroksidasi di anoda. Reaksi yang
terjadi adalah sebagai berikut :
Katoda
(-)
: 4 H2O(l) + 4 e-
——> 2 H2(g) + 4 OH-(aq) ………………..
(1)
Anoda
(+)
: 2 H2O(l) ——> O2(g) +
4 H+(aq) + 4 e- ……………….. (2)
Reaksi sel
: 6 H2O(l) ——> 2 H2(g)
+ O2(g) + 4 H+(aq) + 4 OH-(aq)
…………………….. [(1) + (2)]
6 H2O(l) ——> 2 H2(g) + O2(g)
+ 4 H2O(l) …………………. [(1) + (2)]
2 H2O(l) ——> 2 H2(g) + O2(g)
…………………….. [(1) + (2)]
Dengan demikian, baik ion Na+
maupun SO42-, tidak bereaksi. Yang terjadi justru
adalah peristiwa elektrolisis air menjadi unsur-unsur pembentuknya. Hal yang
serupa juga ditemukan pada proses elektrolisis larutan Mg(NO3)2
dan K2SO4.
Bagaimana halnya jika
elektrolisis lelehan maupun larutan menggunakan elektroda yang tidak inert,
seperti Ni, Fe, dan Zn? Ternyata, elektroda yang tidak inert hanya dapat
bereaksi di anoda, sehingga produk yang dihasilkan di anoda adalah ion
elektroda yang larut (sebab logam yang tidak inert mudah teroksidasi).
Sementara, jenis elektroda tidak mempengaruhi produk yang dihasilkan di katoda.
Sebagai contoh, berikut adalah proses elektrolisis larutan garam NaCl dengan
menggunakan elektroda Cu :
Katoda
(-) : 2 H2O(l)
+ 2 e- ——> H2(g) + 2 OH-(aq)....................................................
(1)
Anoda
(+) : Cu(s)
——> Cu2+(aq) + 2 e- ......................................................(2)
Reaksi
sel : Cu(s)
+ 2 H2O(l) ——> Cu2+(aq) +
H2(g) + 2 OH-(aq)........................
[(1) + (2)]
Dari pembahasan di atas,
kita dapat menarik beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan reaksi
elektrolisis :
- Baik elektrolisis lelehan maupun larutan, elektroda inert tidak akan bereaksi; elektroda tidak inert hanya dapat bereaksi di anoda
- Pada elektrolisis lelehan, kation pasti bereaksi di katoda dan anion pasti bereaksi di anoda
- Pada elektrolisis larutan, bila larutan mengandung ion alkali, alkali tanah, ion aluminium, maupun ion mangan (II), maka air yang mengalami reduksi di katoda
- Pada elektrolisis larutan, bila larutan mengandung ion sulfat, nitrat, dan ion sisa asam oksi, maka air yang mengalami oksidasi di anoda
Salah satu aplikasi sel
elektrolisis adalah pada proses yang disebut penyepuhan. Dalam proses
penyepuhan, logam yang lebih mahal dilapiskan (diendapkan sebagai lapisan
tipis) pada permukaan logam yang lebih murah dengan cara elektrolisis. Baterai
umumnya digunakan sebagai sumber listrik selama proses penyepuhan berlangsung.
Logam yang ingin disepuh berfungsi sebagai katoda dan lempeng perak (logam
pelapis) yang merupakan logam penyepuh berfungsi sebagai anoda. Larutan
elektrolit yang digunakan harus mengandung spesi ion logam yang sama dengan
logam penyepuh (dalam hal ini, ion perak). Pada proses elektrolisis, lempeng
perak di anoda akan teroksidasi dan larut menjadi ion perak. Ion perak tersebut
kemudian akan diendapkan sebagai lapisan tipis pada permukaan katoda. Metode
ini relatif mudah dan tanpa biaya yang mahal, sehingga banyak digunakan pada
industri perabot rumah tangga dan peralatan dapur.
Setelah kita mempelajari
aspek kualitatif reaksi elektrolisis, kini kita akan melanjutkan dengan aspek
kuantitatif sel elektrolisis. Seperti yang telah disebutkan di awal, tujuan
utama elektrolisis adalah untuk mengendapkan logam dan mengumpulkan gas dari
larutan yang dielektrolisis. Kita dapat menentukan kuantitas produk yang
terbentuk melalui konsep mol dan stoikiometri.
3. BAB III . HASIL PENELITIAN
Penelitian
kami laksanakan pada Jumat, 29 November 2013 lalu dan mengambil tempat di pasar
minggu, tempat penyepuhan yang kami datangi adalah sebuah tempat penyepuhan
yang berkonsep minimalis.
Dalam
melaksanakan penelitian kami selaku tim saling bekerja sama dalam membuat
maupun mewawancarai mengenai proses penyepuhan.
Penyepuhanpun
langsung kami mulai dengan mendatangi langsung seorang yang berfrogesi sebagai
penyepuh.
Proses wawancara:
Siswa SMA6 (A) : Permisi, pak. Kami
dari siswa SMAN 6 Bengkulu, disini kami ditugaskan untuk mewawancari seorang
tukang sepuh untuk mengetahui bagaimana proses penyepuhan.Apakah bapak bersedia
untuk kami wawancarai?
Tukang Sepuh (B) : Oh iya..
silahlan.
A : Sebelumnya apakah boleh kami
tahu nama bapak siapa?
B : Nama saya Andre.
A : Sudah berapa lama bapak bekerja
sebagai tukang sepuh disini?
B : Kalau disini saya baru bekerja
selama kurang lebih 3 bulan. Tetapi 2 tahun lalu saya vakum dan tidak bekerja
sebai penyepuh karena suatu alasan tertentu.
A : Baiklah bapak, langsung saja.
Sebelum kita melakukan proses penyepuhan, alat dan bahan apa saja yang harus
disiapkan terlebih dahulu?
B : Baskom, air biasa, air putas,
sikat, air emas(air yang dicampur dengan air hujan).
A : Lalu bagaimana proses penyepuhan
tersebut dilakukan?
B : 1. Mula-mula emas dimasukkan ke
dalam air putas
2. setelah itu emas yang tadi di rebus seperi biasa
3. setelah beberapa saat, emas di bros atau di sikat
4. kemudian di taring (di gesek-gesek supaya terlihat mengkilat)
5. masukkan ke dalam air emas.
6. kemudian sentrum emas tersebut dengan menggunakan listrik(agar lebih
lengket)
7. kemudian di taring kembali
8. dan yang terakhir di panaskan selama kurang lebih 3 detik
9. emas sudah terlihat mengkilat.
A : Apakah ada zat kimia yang
digunakan dalam proses penyepuhan?
B : Ada, yaitu larutan CO2(tetapi
yang sudah dicampur solder), air keras.
A : Mengapa diharuskan menggunakan
bahan kimia?
B : Agar mengkilatnya emas merata.
A : Jika tidak ada bahan kimia dalam
proses penyepuhan, apa yang akan terjadi?
B : emas akan lebih cepat memudar
dan meluntur.
A : Baiklah bapak. Berkat bapak kami jadi tahu dan lebih
memahami tentang proses penyepuhan. Dan juga tugas kami ini bisa terselesaikan.
Untuk itu dengan berbesar hati kami mengucapkan teria kasih.
B : sama –sama.
DOKUMENTASI:









KESIMPULAN
Dalam proses penyepuhan, bahan kimia ternyata sangat
diperlukan. Sebagai untuk memperkilat emas, bahan-bahan kimia juga dapat
membuat emas terlihat mengkilat lebih lama. Jika proses penyepuhan tidak
disertai bahan kimia, emas tidak akan bertahan lama atau emas tersebut akan
cepat memudar atau luntur.
PENUTUP
Demikianlah laporan penyepuhan
ini skami telah kerjakan dan selesaikan dengan sebaik-baiknya, semoga laporan ini
dapat bermanfaat bagi kita semua, tiada gading yang tak retak begitupun dengan
laporan yang kami buat ini mungkin masih jauh dari kata sempurna, oleh kaena itu kami membuka
diri dan menerima segala kritik an saran agar laporan-laporan kami yang
selanjutnya bisa lebih bak lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar